PROPOSAL KARYA TULIS
MENINGKATKAN
KEMAMPUAN SISWA MENULIS NARASI di KELAS IX.2
MTsN TANJUNG RAYA
OLEH : SUCI VENITASYA
KELAS
: IX.2
NISN
: 9988577171
MTsN TANJUNG RAYA
KABUPATEN AGAM
2013 - 2014
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya
sehingga penulis bisa menyelesaikan
penulisan Proposal Karya Tulis ini yang penulis beri judul “ Meningkatkan
Kemampuan Siswa Menulis Surat Izin Sesuai dengan Kaedah Penulisan Surat di
Kelas IX.2 MTsN Tanjung Raya”.
Penulis menyadari bahwa
dalam penulisan proposal karya tulis banyak menemui kendala dan hambatan, karena
kurangnya pengalaman dan pengetahuan menulis. Namun kendala itu dapat penulis
atasi bekat bantuan berbagai pihak. Atas bantuan yang dimaksud penulis
mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada :
1.
Bapak Aidil Kurdhiansyah, S.Pd selaku
kepala MTsN Tanjung Raya
2.
Ibu Dra. Rini Mulyati selaku pembimbing
I dalam bidang isi
3.
Ibu Dra. Rini Mulyati selaku pembimbing
II dalam bidang bahasa
4.
Ibu
Roza Emilda, S.Pt selaku walikelas IX.2
5.
Bapak dan Ibu majelis Guru MTsN Tanjung
Raya
6.
Orang tua sebagai pemberi motivasi
7.
Teman-teman kelas IX.2 yang telah banyak memberikan sumbangan
pikiran dalam penyusunan proposal karya tulis ini
8.
Segala pihak yang telah membantu
penulisan proposal karya tulis ini
Penulis menyadari bahwa tulisan ini
masih penuh dengan kekurangan baik dari segi isi maupun penulisan. Kekurangan
tersebut muncul karena kelemahan dan keterbatasan pengetahuan maupun kemampuan
penulisan pribadi . Disadari atau tidak, hanya dengan bantuan pembaca yang
berupa, teguran, saran, kritik atau yang lain, kekurangan-kekurangaan tersebut
dapat diperkecil sehingga tulisan ini akan dapat memberikan manfaat yang maksimal.
Oleh karena itu, bantuan pembaca sangat diharapkan untuk perbaikan tulisan di
masa yang akan datang.
Koto Kecil, 2013
Penulis
HALAMAN PENGESAHAN
Judul : Meningkatkan Kemampuan Siswa Menulis Narasi
Penulis : SUCI VENITASYA
Kelas : IX. 2
NISN : 9988577171
Sekolah : MTsN Tanjung Raya
Koto Kecil,
Suci Venitasya
NISN : 9988577171
MENGETAHUI
PEMBIMBING II, PEMBIMBING
I,
Dra.
Rini Mulyati Dra. Rini Mulyati
NIP: 1968041519960320001
NIP:196804151996032001
WALI KELAS
Roza Emilda, S.Pt
NIP
:
DAFTAR ISI
BAB I :
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah………………………………………………..…1
B. Identifikasi
Masalah…………………………………………….…………3
C. Pembatasan
Masalah………………………………………………………3
D. Perumusan
Masalah……………………………………………...………..3
E. Tujuan
Penelitian…………………………………………………….……4
F. Manfaat
Penelitian…………………………………………………….…..4
BAB II : KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian
Tori………………………………………………….……………..5
-
Hakikat Tulisan Narasi………………………...……………………..5
-
Hakikat Penalaran ……………………………………………...…….7
B. Penelitian yang
Relevan…………………………………………………..9
C. Kerangka
Konseptual…………………………………………………….9
BAB III : METEDOLOGI PENELITIAN
A. Jenis
Penelitian…………………………………….……………………..11
B. Populasi dan
Sampel……………………………………………………..11
C. Variable dan
Data………………………………………………………..12
D. Instrument
Penelitian…………………………….………………………12
E. Teknik Pengumpulan
Data………………………..…………………….15
F. Teknik Analisis
Data……………………………………………………..15
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Menulis pada
hakikatnya memproduksi kembali informasi dan ide-ide ke dalam tulisan.
Dengan menulis , seseorang dapat menggambarkan pola pikirannya dan menceritakan
pengalaman yang dialami oleh seseorang kemudian menuangkan informasi dan
ide-ide tersebut dalam sebuah tulisan. Salah satu tulisan yang menggambarkan
pola pikiran dan menceritakan sesuatu hal adalah tulisan narasi atau karangan
narasi.
Menulis karangan narasi
merupakan kemampuan yang harus dikuasai siswa. Hal ini disebabkan menulis
narasi merupakan salah satu materi yang di pelajari oleh siswa. Sesuai
dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang berlaku saat ini, siswa
di tuntut lebih aktif dalam proses pembelajaran. Hal yang dapat menunjang dalam
proses pembelajaran agar tidak membosankan salah satunya dengan pemilihan
teknik pembelajaran yang tepat yang diterapkan oleh guru mata pelajaran,
khususnya guru bahasa Indonesia. Dalam menulis narasi siswa harus mampu
bernalar dengan baik karena pemakaian pola penalaran berkaitan erat dengan
kemampuan mengembangkan tulisan.
Bagus tidaknya sebuah
tulisan narasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan bernalar siswa. Dari prosesnya
penalaran dapat dibedakan atas (1) penalaran induktif , dan (b) penalaran
deduktif. Penalaran induktif merupakan proses penalaran untuk
menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan
fakta-fakta yang bersifat khusus, dan prosesnya disebut induksi. Sedangkan
penalaran deduktif adalah proses penalaran yang bertolak dari satu
proposisi yang sudah ada menuju kepada suatu proposisi baru yang
berbentuk suatu kesimpulan. Penalaran induktif sangat berpengaruh
terhadap tulisan narasi .
Berdasarkan wawancara yang
dilakukan secara formal, ditemui adanya kesulitan yang dialami oleh siswa dalam
latihan menulis karangan Narasi. Yang menjadi kesulitan utama bagi siswa
dalam menulis adalah mencari ide dan mengembangkan ide . dari hasil wawancara,
didapatkan permasalahan yang dialami siswa dalam mengembangkan penalaran
menjadi sebuah tulisan narasi. Permasalahannya yaitu rendahnya daya nalar
siswa, sehingga mempengaruhi siswa dalam menulis karangan narasi.
Permasalahan tersebut,
disebabkan kurangnya minat baca siswa, sehingga mempengaruhi kemampuan
bernalar. Siswa kesulitan dalam menemukan ide-ide dan menceritakan suatu
pengalaman tertentu. Hal ini menyebabkan siswa kurang berminat dalam menulis
karangan narasi. Siswa juga kurang mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik
dan benar, hal ini bisa dilihat dari pilihan kata yang kurang tepat, kalimat
yang kurang efektif, bahkan kurang mampu dalam mengembangkan ide secara teratur
dan sistematis, sehingga hal tersebut menjadi kendala dalam pembelajaran
menulis.
Banyak siswa yang tidak
menyukai pelajaran menulis karena mereka menganggap bahwa menulis adalah hal
yang sulit, sehingga siswa cenderung asal-asalan dalam mengerjakan latihan
menulis. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru mata pelajaran telah
berupaya memberikan latihan menulis berbagai jenis tulisan sesuai dengan materi
ajar namun masih ditemui siswa yang salah dalam bernalar atau pun tidak
luas dalam mengembangkan penalaran.
Kemampuan bernalar
merupakan kemampuan dasar yang penting dimiliki siswa. Hal ini disebabkan
setiap proses kegiatan belajar mengajar membutuhkan penalaran yang baik. Dengan
kemampuan bernalar, siswa akan melakukan suatu proses berfikir dan
menghubungkan fakta dan data yang ada sehingga sampai kepada suatu kesimpulan.
Akhadiah, dkk. (1998 :
43) menyatakan bahwa dalam menulis tidak dapat dipisahkan dari proses pemikiran
atau penalaran khususnya pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, empat aspek
keterampilan berbahasa pun melibatkan aspek bernalar. Kemampuan bernalar
memiliki hubungan dengan kemampuan menulis karangan narasi., karena dalam
menulis karangan narasi siswa harus mampu menceritakan urutan kejadian secara
kronologis tentang sesuatu hal dan siswa harus mampu mengembangkan penalarannya
untuk mengungkapkan hal tersebut.
B. Identifikasi
Masalah
Berdasarkan latar
belakang masalah tersebut, dapat di identifikasikan masalah dalam pembelajaran
menulis siswa. Pertama, siswa kurang menguasai materi pendukung sebagai
modal dasar seperti ejaan, diksi dan penyusunan kalimat secara sistematis.
Kedua, siswa sulit mengembangkan ide tulisan karena daya nalar yang rendah.
Ketiga, kurangnya minat siswa dalam menulis karangan narasi. Keempat, siswa
kurang berminat membaca tulisan atau karangan sehingga mengembangkan ide atau
gagasan dalam penalaran induktif.
C. Pembatasan
Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, permasalahan penelitian ini dibatasi
pada hubungan kemampuan penalaran induktif dengan kemampuan menulis karangan
Narasi siswa kelas IX.2 MTsN Tanjung Raya.
D. Perumusan
Masalah
Berdasarkan batasan
masalah tersebut, rumusan masalah penelitian ini ada tiga.
1.
Bagaimanakah kemampuan penalaran induktif siswa kelas IX.2
MTsN Tanjung Raya
2.
Bagaimanakah kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas IX.2
MTsN Tanjung Raya
3.
Bagaimanakah hubungan kemampuan penalaran induktif dengan
kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas IX.2 MTsN
Tanjung Raya.
.
E. Tujuan
Penelitian
Berdasarkan rumusan
masalah diatas, dikemukakan tujuan penelitian sebagai berikut. Pertama,
menjelaskan kemampuan penalaran induktif siswa kelas IX.2
MTsN Tanjung Raya. Kedua, menjelaskan kemampuan menulis karangan nara`si siswa kelas
IX.2
MTsN Tanjung Raya. Ketiga, menganalisis hubungan kemampuan penalaran
induktif dengan kemampuan menulis karangan narasi siswa IX.2
MTsN Tanjung Raya.
F. Manfaat
Penelitian
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang bersangkutan. Pertama, guru
bidang studi bahasa dan sastra Indonesia , khususnya guru kelas IX.2
MTsN Tanjung Raya, sebagai informasi dalam merancang pembelajaran dalam menulis
karangan narasi. Kedua, siswa kelas IX.2 MTsN Tanjung Raya, sebagai informasi
untuk mempelajari keterampilan menulis karangan narasi dan meningkatkan
kemampuan penalaran induktif yang baik dalam menulis. Ketiga, bagi peneliti,
sebagai bahan kajian akademik dan pengetahuan lapangan.
BAB II
KAJIAN
PUSTAKA
A. Kajian
Teori
Berkaitan dengan masalah
penelitian, teori yang akan diuraikan adalah teori yang berkaitan dengan
permasalahan tersebut. Teori yang dimaksud yaitu (1) Hakikat tulisan Narasi dan
(2) hakikat penalaran.
1. Hakikat
Tulisan Narasi
Teori yang akan
dijelaskan pada tulisan narasi adalah (a) pengertian tulisan Narasi (b)
Ciri-ciri tulisan Narasi, (c) langkah-langkah menulis karangan narasi.
a. Pengertian
tulisan narasi
Menurut Atmazaki (2006 :
90) narasi adalah cerita yang didasarkan atas urutan serangkaian kejadian atau
peristiwa. Di dalam kejadian itu, ada satu atau beberapa tokoh dan tokoh
tersebut mengalami serangkaian peristiwa.
Ermanto dan Emidar (2009
: 146) mengemukakan narasi adalah paragraf yang berisi cerita
tentang suatu kejadian yang dialami tokoh, baik orang maupun binatang dalam
kehidupan. Kadang-kadang tokoh yang diceritakan dapat pula tumbuhan atau
benda mati yang seolah-olah bisa berbicara seperti manusia. Artinya paragraf
narasi selalu berisi peristiwa kehidupan yang dialami oleh tokoh yang
diceritakan. Jadi disebut paragraf narasi hanya karena dibuat untuk
menceritakan peristiwa kehidupan suatu tokoh dengan media bahasa.
b. Ciri-ciri
tulisan narasi
Menurut Hasanuddin WS (
2010 : 53), sebuah tulisan narasi mempunyai ciri-ciri (1) berupa cerita atau
pengalaman, (2) peristiwa atau kejadian yang disampaikan dapat berupaperistiwa
yang benar-benar terjadi, tetapi dapat pula berupa khayalan belaka atau
gabungan dari keduanya, (3) adanya jalinan konflik, karena tanpa konflik
biasanya narasi tidak menarik, (4) memiliki nilai estetika (indah) karena isi
dan penyampaiannya bersifat sastra, khususnya narasi yang berbentuk fiksi, (5)
menekankan susunan kronologis atau urutan waktu dan sebab akibat, (6) memiliki
dialog.
Menurut keraf (2000 :
136), ciri-ciri karangan narasi (1) menonjolkan unsure pembuatan atau
tindakan, (2) dirangkai dalam urutan waktu, (3) berusaha menjawab pertanyaan
“apa yang terjadi?”, (4) ada konfiks.
c. Langkah-langkah
menulis karangan narasi
Menulis tulisan narasi
memiliki langkah-langkah tertentu yang berbeda dengan karangan lainnya. Untuk
mrnyusun tulisan narasi sebaiknya haruslah memperhatikan petunjuk
berikut. Pertama, tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan, (2)
tetapkan sasaran pembaca, (3) rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan
ditampilkan dalam bentuk skema alur, (4) bagi peristiwa utama itu ke dalam
bagian awal, perkembangan dan akhir cerita, (5) rincian peristiwa-peristiwa
utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita, (6)
susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang.
2. Hakikat Penalaran
Teori yang akan
dijelaskan pada penalaran adalah (a) defenisi penalaran, (b) jenis-jenis pola
penalaran, (c) salah nalar.
a. Defenisi
penalaran
Penalaran adalah proses
penyimpulan yang didasarkan atas sejumlah pernyataan yang diketahui dan
dianggap benar sehingga diperoleh pernyataan baru yan sebelumnya tidak
diketahui. Konsep akan penalaran ini juga dinyatakan oleh Keraf (1994 :
49) penalaran dsebut juga dengan jalan pikiran turut menentukan baik tidaknya
kalimat seseorang dan mudah tidaknya pikirannya dapat dipahami. Dalam terjadi
suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang
ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan yang masuk akal dan logis berdasarkan
pernyataan-pernyataan logis.
Keraf (1997 : 5) menambahkan
bahwa penalaran tidak dapat dilakukan dengan hanya menggunakan fakta yang
berbentuk polos, tetapi juga dapat dilakukan dengan menggunakan fakta yang
telah dirumuskan dalam kalimat yang berbentu pendapat atau kesimpulan.
Kalimat-kalimat tersebut jika dihubungkan dengan proses berpikir disebut
proposisi. Proposisi dalam hal ini dibatasi sebagai pernyataan yang dapat
dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak kebenarannya sehubungan dengan
kesalahan yang terkandung di dalamnya.
Arifin dan tasai (2008 :
139) menyatakan bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk
menghubungkan data atau fakta yang ada sehingga menyatakan data atau
fakta yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar hal inilah yang
dinyatakan kerja dan penalaran.
Dengan demikian, dalam
tulisan narasi kemampuan bernalar yang benar menjadi suatu hal yang
penting. Hal ini dapat dilihat dari segi pola penalaran, ketepatan bernalar
dengan menghindarkan adanya salah nalar. Pemakaian pola penalaran dalam tulisan
berhubungan dengan pengembangan tulisan dengan pola induktif dan pola
deduktif.
b. Jenis-jenis
Pola Penalaran
Keraf (1997) membagi
pola penalaran atas dua yaitu penalaran induktif dan deduktif. Akhadiah,
dkk (1998 : 41) mengungkapkan bahwa penalaran induktif adalah proses penalaran
untuk menarik kesimpulan yang berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum
berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut induksi.
Akhadiah ,dkk (1998 : 41-42) menambahkan penalaran induktif merupakan
generalisasi, yaitu proses penalaran yang berdasarkan pengamatan atas sejumlah
gejala dengan sifat tertentu mengenai semua atau sebagian dari gejala yang
sama, maksudnya kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala ditarik
berdasarkan pengamatan terhadap sejumlah gejala khusus yang bersamaan.
Keraf (1997 : 57) penalaran deduktif adalah
suatu proses berpikir atau penalaran yang bertolak dari satu
proposisi yang sudah ada, menuju kepada satu proposisi yang baru yang
berbentuk kepada suatu kesimpulan.
Berdasarkan pendapat
tersebut, dapat disimpulkan bahwa penalaran induktif merupakan suatu proses
berpikir manusia dalam menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang
bertolak dari pernyataan yang khusus dan menghasilkan kesimpulan yang
umum.
c. Salah
Nalar
Arifin dan Amran (2008 :
155) menyatakan salah nalar merupakan gagasan, pikiran, kepercayaan, atau
simpulan yang keliru atau cacat. Salah nalar disebabkan oleh ketidaktepatan
mengikuti mengikuti tata cara pikirannya.
Arifin dan Amran (2008 :
156-159) memilah bentuk salah nalar menjadi delapan macam, (1) deduksi yang
salah, (2) generalisasi yang terlalu luas, (3) penilaian terbatas pada dua
alternatif, (4) penyebab yang salah nalar, (5) analogi yang salah, (6)
argumentasi bidik orang, (7) meniru yang sudah ada, dan (8) penyamarataan
para ahli.
Keraf (1997 : 85-88)
memberikan enam macam salah nalar yaitu, (1) generalisasi sepintas lalu, (2)
analogi yang pincang, (3) semua alih-alih berapa, (4) kesalahan hubungan
kasual, (5) kesalahan karena tidak mengerti persoalan, dan (6) argumentum dan
hominem (pembuktian ditujukan kepada manusianya).
B. Penelitian
yang relevan
Penelitian yang akan dilakukan ini adalah
penelitian kuantitatif dengan metode exprimen. Peneliti menfokuskan penelitian
mengenai hubungan kemampuan penalaran induktif dengan kemampuan menulis
karangan narasi siswa kelas IX .2 MTsN TANJUNG RAYA.
C. Kerangka
Konseptual
Pada dasarnya tulisan
yang berkualiatas ditentukan oleh banyaknya bacaan yang dibaca, oleh karena itu
menulis adalah aspek kebahasaan yang dapat membantu siswa dalam menuangkan
idenya dalam bentuk tulisan, salah satunya adalah tulisan Narasi. Hal yang
harus diperhatikan dalam menulis karangan narasi adalah proses
penalarannya. Penalaran yang baik dapat dilihat dari kemampuan mengembangkan
jenis penalaran induktif dan deduktif.
Pada penelitian ini, penulis hanya
meneliti hubungan kemampuan penalaran induktif dengan kemampuan menulis
karangan Narasi siswa kelas IX .2 MTsN TANJUNG RAYA.
Uraian tersebut dapat ditulis dalam bentuk
kerangka konseptual berikut :
|
Kemampuan Penalaran Induktif
(Variabel X)
|
|
Kemampuan Menulis Narasi
(Variabel Y)
|
Keterangan :
X : Kemampuan penalaran induktif
Y : Keterampilan menulis narasi
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis
Penelitian
Jenis
penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Disebut kuantitatif karena data
yang akan dikumpulkan berupa angka dan dianalisis dengan rumus statistik. Dalam
penelitian ini angka-angka berasal dari skor kemampuan penalaran induktif dan
kemampuan menulis narasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Rao.
Metode yang
digunakan adalah metode deskriptif. Dalam penelitian ini dideskripsikan data
tentang kemampuan penalaran induktif dan kemampuan menulis karangan narasi siswa
kelas IX .2 MTsN TANJUNG RAYA.
B. Populasi
dan Sampel
Populasi dalam
penelitian ini adalah siswa kelas IX .2 MTsN TANJUNG RAYA pada tahun 2011/2012.
Jumlah siswa kelas IX.2 keseluruhan adalah 33 siswa, perlu adanya
teknik penarikan sampel penelitian. Sampel diambil dengan menggunakan
teknik persentase secara acak (proportional random sampling).
Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX .2 MTsN TANJUNG RAYA yang
diambil 15,15 % dari populasi perkelas yaitu berjumlah 5 orang.
Untuk lebih jelasnya mengenai populasi dan
sampel, dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1
Populasi dan sampel
|
No
|
Kelas
|
Populasi
|
Sampel
|
|
1
|
IX.2
|
33 orang
|
5 orang
|
C. Variabel dan Data
Penelitian ini memiliki
dua variabel berupa variable bebas (X) dan variabel terikat (Y). variabel bebas
dalam penelitian ini adalah kemampuan penalaran induktif siswa IX .2 MTsN
TANJUNG RAYA, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan
menulis narasi siswa kelas IX .2 MTsN TANJUNG RAYA.
Jenis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data kuantitatif karena data yang
diperoleh dalam bentuk angka-angka data tersebut adalah kemampuan menulis
narasi siswa kelas IX .2 MTsN TANJUNG RAYA.
D. Instrumen
Penelitian
Dalam
penelitian ini instrumen yang digunakan adalah tes. Tes yang digunakan dalam
penelitian ini adalah tes objektif dan tes unjuk kerja. Tes objektif
gunakan untuk mengumpulkan data kemampuan penalaran induktif, sedangkan tes
unjuk kerja digunakan untuk mengumpulkan data keterampilan menulis narasi.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penyusunan
tes adalah sebagai berikut (1) menjelaskan defenisi dan unsur-unsur pokok dalam
tulisan narasi, (2) siswa diminta menulis karangan berbentuk narasi, (3)
memberi penilaian berdasarkan indikator yang dinilai.
Untuk melihat validitas item dan realibilitas
tes, akan diuraikan sebagai berikut .
1. Validitas
Item
Validitas dapat
diartikan sebagai tingkat kesahihan suatu tes. Menurut Abdurahman dan
Ratna (2003 : 1790 ), tes yang sahih atau tes yang memiliki kadar
validitas yang tinggi adalah tes yang isinya layak mengukur objek yang akan
diukur dan sesuai dengan kriteria tertentu, adanya relevansi antara tes dengan
fungsi dan sasaran pengukurannya. Tes yang memiliki validitas yang tinggi
di bangun oleh validitas item yang tinggi pula. Abdurahman dan Ratna
(2003:194), menambahkan untuk menentukan validitas item dapat dilakukan
dengan menggunakan rumus Product memperson Biserial berikut.
Keterangan :
rpbi : validitas item
yang dicari
Mp : rerata skor
tes yg menjawab benar
Mt : rerata skor total
St : standar deviasi
p : rerata tes
yang menjawab benar
q : rerata skor yang
menjawab salah
2. Reliabilitas Tes
Reliabilitas dapat diartikan sebagai tingkat
kepercayaan, ketetapan, atau keterandalan. Sebuah tes dikatakan memiliki
tingkat keterandalan yang tinggi kalu tes tersebut hasilnya relatif tetap
atau kurang lebih sama (Abdurahman dan Ratna, 2003 : 198). Tes dikatakan
reliabel bila tes itu diuji lebih dari satu kali pada kelompok testi yang sama
hasilnya tidak berubah.
Menentukan reliabilitas tes dapat digunakan
rumus korelasi roduct momentdan sperman borwn berikut
ini.
Rxy =
Keterangan :
Rxy : koefesien korelasi antara variabel X dan Y
n : jumlah sampel
x : skor item ganjil
y : skor item genap
rumus product moment untuk
menentukan reliabilitas separo tes, setelah itu dimasukkan kedalam rumus Sperman
borwn berikut.
r=
keterangan :
r :
reliabilitas seluruh tes
: reliabilitas separo tes
E. Teknik
Pengumpulan Data
Data dikumpulkan dua kali. Tes pertama diberikan kepada siswa tes objektif
sebanyak 10 butir soal. Tes narasi dilaksanakan sehari sesudahnya. Sebelum
menulis narasi siswa terlebih dahulu diberi arahan bagaimana langkah-langkah
dalam menulis karangan narasi dan bagaimana penilaiannya. Setelah itu siswa
disuruh menulis karangan narasi dengan memilih salah satu tema yang telah
ditentukan sebelumnya.
F. Teknik
Analisis Data
Data yang telah terkumpul dianalisis melalui
tahap-tahap berikut. Pertama, mengoreksi hasil tulisan siswa. Menganalisis
data berupa kemampuan penalaran induktif dalam tulisan narasi.
Menurut abdurahman dan Elya Ratna ( 2003 :264)
untuk menentukan tingkat penguasaan kemampuan bernalar siswa dalam
menulis digunakan rumus persentase berikut ini.
N =
Keterangan :
N : tingkat
penguasaan
SM : Skor yg diperoleh
siswa
SI : Skor
yang harusdi capai
S maks : skala
yang digunakan (100).
Berdasarkan rata-rata nilai dan konversi nilai
hasil kemampuan menulis narasi ke tabel skala 10 Abdurahman da Ratna (2003 :
256). Kemudian mencari rata-rata hitung kedua kemampuan tersebut dengan rumus
berikut.
M =
Keterangan :
M :
mean atau rat-rata hitung
Fx : jumlah skor dikalikan frekuensi
N : jumlah sampel.
Kemudian mengkorelasikan dua variabel yaitu
kemampuan penalaran induktif dengankemampuan menulis karangan narasi dengan
menggunakan rumus produt moment. Setelah itu melakukan uji
hipotesis dengan rumus sebagai berikut.
Keterangan :
t
:besaran pengujian hipotesis
n
: jumlah sampel
r
: koefesien korelasi
Kemudian membahas hasil analisis dan
menyimpulkan hasil pembahasan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurahman dan Ellya Ratna. 2003. Evaluasi
Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Buku ajar.
Padang : FBSS UNP.
Akhadiah, sabarti. Dkk. 1988. Materi
Dasar Pengajaran Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta :
Erlangga.
Arifin, E. Zainal dan Amran Tasai. 2008. Cermat
Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : Akademika
Pressindo.
Atmazaki. 2006. Kiat-kiat Mengarang dan
Menyunting . Padang ; Citra Budaya Indonesia.
Ermanto dan Emidar. 2009. Bahasa
Indonesia Pengembangan di Perguruan Tinggi. Padang : UNP Press.
Hasanuddin WS. 2110. Paham dan
Terampil Berbahasa dan Sastra Indonesia. Bandung : Dian Aksara Press.
Keraf, gorys. 1997. Argumentasi dan
Narasi. Jakarta : PT Gramedia.
Keraf. Gorys. 1994. Komposisi. Ende,
Flores : Nusa Indah.
Waluyo, herman j. 1994. Penelitian
Pedidikan bahasa dan Sastra. Surakarta : Sebelas Maret University Press.